Selasa, 11 September 2007

Memaksimalkan Posisi "Dinas"

Lebih dari 80 persen pasangan mengaku memilih berhubungan seks dalam posisi "dinas" alias missionary position. Karena itu, mari kita maksimalkan posisi ini agar hasilnya lebih greng dan joss!

Kemungkinan besar, Anda termasuk dalam 80 persen pasangan yang
nenyukai posisi klasik dalam berhubungan seks: posisi "dinas". Jika Anda mungkin belum punya bayangan seperti apa posisi dinas itu, kami akan memberikan gambarannya. Posisi "dinas", atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai missionary position adalah berhubungan seks dalam posisi pria di atas dan wanita di bawah saling berhadapan. Jika wanitanya membelakangi pria, walaupun ia berada di bawah pria, posisi tersebut tak lagi masuk dalam kategori posisi "dinas", tetapi disebut sebagai posisi rear entry atau penetrasi dari belakang.

Ada banyak alasan mengapa banyak pasangan yang merasa nyaman melakukan hubungan seks dalam posisi ini. Alasan utama adalah alasan alamiah. Konon, menurut beberapa ahli, posisi "dinas" merupakan posisi yang paling alamiah bagi manusia untuk berhubungan seks. Kebanyakan spesies dalam dunia fauna melakukan hubungan seks (baca: aktivitas reproduksi) dalam posisi rear entry. Hanya manusia dan sedikit jenis spesies lain yang melakukan hubungan seks dalam posisi saling berhadapan. Dan, konon lagi, posisi ini merupakan gambaran yang sempurna dari proses reproduksi manusia: wanita menerima dan pria memberi benih.

Sampai tahun 70-an dan sebelum kitab Kamasutra menjadi demikian popular, penggambaran hubungan sebadan dua insan manusia berlawanan jenis ini, selalu digambarkan dalam posisi "dinas". Penggambaran hubungan seks dalam kitab-kitab kuno maupun lukisan dan relief (seperti yang ada di candi Borobudur) - kecuali, tentu saja dalam Kamasutra - juga dilakukan dalam posisi ini. Pasca tahun 70-an, posisi seks lain segera mendapat tempat, dan makin meledak ketika "ajaran" dalam kitab Kamasutra disebarkan secara luas.

Gerakan persamaan wanita dan penelitian yang intensif dalam bidang seksualitas juga turut memberi andil terhadap turunnya pamor posisi "dinas". Kaum feminis menyatakan posisi "dinas" sebagai posisi yang menyebabkan wanita menjadi lebih pasif dan inferior terhadap pria. Para pakar seksologi menyatakan bahwa posisi ini tak bisa menstimulasi klitoris (apalagi g-spot) sehingga banyak wanita yang tak bisa mencapai orgasme saat berhubungan seks. Dalam sekejap, posisi "dinas" menjadi posisi hubungan seks yang usang dan sebagai "membosankan".
dikonotasikan
Tetapi, posisi ini toh tetap menjadi favorit kebanyakan orang. Kenapa? "Secara psikologis, posisi ini tetap merupakan posisi terbaik. Saat berhubungan seks, pasangan bisa saling memandang dan posisi ini memberikan peluang paling baik untuk melakukan kontak badan paling banyak dibanding posisi lain," papar Shirley Zussman, Ed.D., pakar seks dan terapis pernikahan dari New York, Amerika Serikat.

Untungnya lagi, paling tidak bagi yang masih merasa belum punya cukup nyali untuk mencoba posisi selain posisi "dinas", penelitian-penelitian yang dilakukan juga menemukan berbagai cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan posisi "dinas" ini. Inilah sebagian dari cara yang bisa membuat Anda mencapai orgasme walaupun posisi yang Anda lakukan saat berhubungan adalah posisi "dinas".

Memaksimalkan Penetrasi
Tak ada manusia yang sempurna dan tak semua pria dianugerahi penis dengan panjang dan ukuran yang ideal. Salah satu kunci mencapai kepuasan saat hubungan seks dalam posisi dinas adalah penetrasi yang cukup dalam. Namun, jika masalah suami (dan dengan demikian juga menjadi masalah Anda) adalah ukuran, penetrasi yang dalam saat berhubungan intim tentu juga tak bisa dipenuhi. Namun, ingatlah ungkapan klise ini: jangan berkecil hati. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk "mengakali" keterbatasan tersebut.

Cara yang paling mudah adalah dengan menaruh satu atau dua bantal di bawah panggul Anda, sehingga pangkal paha Anda menjadi terangkat dan lebih menonjol. Dalam posisi ini, jarak dari bibir vagina dan leher rahim menjadi lebih pendek, sehingga saat penetrasi "ukuran" suami yang biasa-biasa saja tetap bisa menjangkau jauh hingga ke leher rahim. Sebagai catatan, stimulasi pada leher rahim (atau cervix) juga bisa membuat Anda mencapai orgasme. Dalam posisi ini, suami bisa melakukan penetrasi dalam posisi menindih atau duduk, sesuai keinginannya.
Cara kedua untuk mencapai penetrasi yang dalam dipaparkan oleh Avodah Offit, M.D., dalam bukunya The Sexual Self. "Saat berhubungan seks dalam posisi 'dinas', angkat lutut ke arah pundak dan rentangkan lebar-lebar sehingga cukup ruang bagi sang suami untuk melakukan penetrasi di antara kedua kaki Anda. Dengan tubuh suami di antara kaki Anda, topanglah berat badan suami dengan bagian belakang paha. Jika ingin bergerak, Anda dapat bergerak maju mundur seirama dengan gerakan suami," papar Offit.

Kelemahan posisi ini: amat melelahkan, sehingga Anda harus dalam kondisi fit untuk melakukan manuver tersebut. Sisi positifnya, posisi ini juga memberikan Anda kontrol untuk melakukan gerakan. Anda juga bisa menentukan seberapa dalam suami Anda boleh masuk dengan cara menarik paha Anda ke arah bahu untuk penetrasi lebih dalam atau menggerakkannya ke arah bawah untuk penetrasi yang tak terlalu dalam.
Hal lain yang juga bisa memaksimalkan hubungan seks dalam posisi "dinas" ini adalah dengan melakukan latihan Kegel. "Latihan Kegel bisa membuat otot-otot vagina Anda lebih kencang sehingga gesekan saat hubungan seks bisa maksimal," papar Dr. Offit. Tetapi, manfaat maksimal dari latihan Kegel bisa Anda capai jika melakukan kombinasi kontraksi-relaksasi otot vagina saat berhubungan seks. "Gerakan ini bisa menekan bibir vagina dan klitoris sehingga bergerak 'mendekati' penis saat berhubungan intim," tambah Offis.

Cara Lain yang Lebih Canggih
Jika Anda adalah salah satu orang yang pesimis bisa mencapai orgasme dalam posisi "dinas", Anda mungkin perlu mempelajari teknik yang lebih canggih lagi. Namanya adalah Coital Alignment Technique (CAT) atau bisa diterjemahkan sebagai Teknik Penyejajaran Hubungan Intim. CAT ini adalah teknik yang memungkinkan stimulasi klitoris dan g-spot saat berhubungan intim dalam posisi "dinas", sehingga memungkinkan wanita mencapai orgasme.

Walaupun namanya mungkin membuat Anda mengira posisi ini sulit dilakukan, prakteknya sebenarnya mudah saja. Untuk melakukan teknik ini, mulailah hubungan seks (setelah melakukan cukup pemanasan, ciuman, dan belaian) dalam posisi "dinas". Bedanya, suami Anda harus melakukannya dengan menekan tubuh Anda dengan seluruh berat badannya (hati-hatilah jika Anda berbadan kecil dan suami Anda berbadan besar), dan bukannya menahan dengan tangannya. Lalu, dalam keadaan penetrasi, suami Anda harus menggerakkan badannya ke arah kepala Anda sekitar lima sentimeter, sehingga bagian pangkal pahanya berada di atas pangkal paha Anda (itulah sebabnya teknik ini disebut penyejajaran).
dikonotasikan
Setelah bagian pangkal paha Anda berdua sejajar, lingkarkan kaki Anda di paha suami dan tekan pahanya ketika sang suami bergerak. "Kunci dari teknik ini adalah tekanan dan reaksi terhadap tekanan dari bagian pangkal paha Anda berdua," papar Offit. Masih belum paham juga? Oke, teknik ini memang sedikit sulit diungkapkan tetapi sebenarnya amat mudah dilakukan. Jika Anda ingin mencobanya, tetapi tak tahu bagaimana caranya bahkan setelah membaca uraian di atas, mungkin Anda berlu berlatih dulu.

Pertama, cobalah menyejajarkan pangkal paha Anda berdua tanpa melakukan penetrasi. Jika Anda merasakan tekanan skrotum (kantung buah zakar) pada daerah pangkal paha Anda, berarti bagian ini telah sejajar. Sekarang, coba lakukan penetrasi dalam posisi ini. Tak mungkin? Memang sulit. Tetapi jika suami Anda menggerakkan bagian pangkal pahanya ke belakang (ke arah kaki Anda), penetrasi jadi mudah dilakukan. Setelah penetrasi, yang harus dilakukan suami Anda hanyalah menggerakkan kembali tubuhnya ke arah kepala Anda sehingga skrotumnya berada tepat di atas pangkal paha Anda. Mudah kan? Nah, sekarang, minta suami untuk tidak menahan berat badannya dengan tangannya, sehingga tubuh Anda berdua bersentuhan secara maksimal. Setiap gerakan yang ia lakukan sekarang paling tidak akan menstimulasi klitoris Anda.

Masih merasa sulit juga? Jangan takut. Latihan akan makin menyempurnakan teknik Anda. "Cobalah memekakan perasaan Anda berdua dan rasakan perubahan tekanan pada setiap gerakan yang ia lakukan. Dengan begitu, Anda akan menemukan sendiri posisi mana yang paling tepat dan memberi sensasi paling maksimal," papar Offit.

Tidak ada komentar: