Biasanya seorang yang workaholics atau ketagihan bekerja bisa menimbulkan dampak fisik dan psikologis terhadap orang tersebut dan keluarganya. Intervensi juga dibutuhkan untuk mengenali ketagihan pada pekerjaan dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Bagi seorang workaholic, tempat kerja adalah suatu sarana untuk mereka menyalurkan keinginannya.
Workaholism merupakan gangguan kompulsif yang tidak hanya mempengaruhi pekerja tetapi juga keluarga dan lingkungan kerjanya. Biasanya workaholic akan mengalami depresi, cemas dan lebih mudah marah daripada rekan sekerjanya yang tidak workaholic. Mereka juga akan lebih sering mengalami masalah kesehatan.
Stress kronik akan pekerjaan konstan ini akan menyebabkan masalah pada kesehatan fisik dan mental. Karena mereka selalu mencoba untuk menjadi orang sukses. Jika mereka mulai mempersepsi saat ganjaran dari kerja keras mereka, seperti kenaikan gaji atau promosi kerja tidak sesuai maka mereka akan mulai mengalami stress berat dan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan hal ini.
Tingkat stres yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah tinggi dan merupakan faktor resiko untuk penyakit jantung serta serangan jantung. Stres juga bisa mengancam sistem kekebalan tubuh sehingga membuat para workaholik ini lebih rapuh terkena penyakit lainnya. Di Jepang, 10.000 pekerja setiap tahunnya meninggal di mejanya sebagai hasil dari kerja 60-70 jam perminggu, sebuah fenomena yang dinamakan karoshi.
Tapi hal ini bukan hanya mempengaruhi workaholik, pasangan mereka juga merasakan tidak dipedulikan dan anak-anaknya merasa dijauhkan oleh orang tua mereka yang workaholik. Anak-anak dipengaruhi oleh ketagihan kerja orang tua dengan cara yang tidak sehat secara mental dan dapat menyebabkan masalah yang bisa bertahan hingga usia dewasa mudanya.
Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa mereka yang menikah dengan seorang yang workaholik memiliki tingkat perceraian yang lebih tinggi. Pandangan positif terhadap pernikahan mereka akan berkurang dan mereka tidak memiliki kontrol dalam kehidupan serta pernikahan mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar